Minggu, 11 Februari 2018

Memulai usaha pertanian organik

Sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming, bibit buah unggul
Pertanian Organik
Memulai usaha pertanian organik
Secara substansi, metoda pertanian organik bukanlah hal baru di dunia. Sebelum ditemukannya pupuk dan pestisida kimia sintetis, semua kegiatan produksi pertanian bisa disebut sebagai pertanian organik.
Adalah Sir Albert Howard, ahli botani Inggris, yang mengagas metoda pertanian organik secara sistematis. Di dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1940 dengan judul “An Agricultural Testament”, menginspirasi gerakan pertanian organik di seluruh dunia. Karena itu, bisa dibilang dia adalah bapak pertanian organik.
Di Indonesia, metoda pertanian organik populer di tahun 80-an. Saat itu, gerakan revolusi hijau yang dipromosikan pemerintah pada tahun 70-an mulai memperlihatkan efek negatif. Pemakaian pupuk dan pestisida kimia disebut sebagai biang keladi kerusakan lingkungan alam dan kesehatan manusia.
Ada banyak hal yang dapat  memotivasi untuk mempraktekkan metoda pertanian organik. Dalam praktek yang paling ekstrim, pertanian organik bahkan sangat meminimalkan campur tangan manusia di ladang. Petani hanya bertugas menebar benih dan memetik hasil panen saja. Ada pula yang lebih longgar dengan mentoleransi penggunaan bahan-bahan kimia tertentu jika dibutuhkan.
Dalam praktek pertanian organik, ada beberapa kaidah utama yang harus dipenuhi, sebagai berikut:
Persiapan lahan
Lahan pertanian organik harus bebas residu pupuk dan pestisida kimia. Proses untuk
Sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming, bibit buah unggul
Pertanian Organik
konversi lahan pertanian konvensional menjadi lahan pertanian organik memerlukan waktu minimal 1-3 tahun. Dalam masa transisi ini, hasil produk pertanian belum bisa disebut organik karena masih mengandung sisa bahan kimia.
Yang juga harus diperhatikan adalah lingkungan sekitar lahan calon pertanian organik. Pencemaran bahan kimia dari lahan tetangga dapat merusak metoda pertanian organik yang direncanakan. Zat-zat pencemar kimia bisa terbawa oleh air dan udara ke lahan pertanian organik kita.
Selain bahan pencemar, penggunaan obat-obatan kimia dari lahan tetangga bisa mengakibatkan hama dan penyakit berpindah ke lahan pertanian organik. Sudah pasti hama akan mencari lahan yang bebas dari racun, dan nahasnya lahan pertanian organik adalah sasaran empuk.
Untuk mengatasi hal ini, bisa digunakan tanaman pagar yang memiliki kemampuan sebagai penyerap bau, bahan kimia, juga pengusir hama. Ditambah lagi, hijauan tanaman pagar dapat dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik.
Kondisi pengairan
Kondisi pengairan adalah penentu dalam pertanian organik. Adalah sia-sia jika kita menerapkan metoda pertanian organik namun air yang mengaliri lahan pertanian organik kita mengandung banyak sisa bahan kimia. Akhirnya lahan pertanian organik kita akan tercemar bahan kimia tersebut, sehingga produk pertanian organik kita ikut terkontaminasi racun-racun kimia.
Untuk mengatasi hal tersebut, pilihlah lahan pertanian organik yang meilikii pengairan langsung dari mata air. Jika sulit, bisa saja kita bisa ambil air dari saluran irigasi yang besar. Residu kimia di dalam saluran air besar biasanya kadarnya rendah, dan air masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian organik. Jangan mengambil air dari limpasan kebun atau sawah konvensional.
Atau, bisa juga membuat unit pembersihan air sendiri, caranya dengan menampung air dari saluran irigasi ke dalam kolam buatan. Setelaah itu, air keluaran dari kolam digunakan untuk mengairi kebun pertanian organik.
Penyiapan benih tanaman
Benih untuk pertanian organik berasal dari benih organic juga. Namun bila benih organik sulit didapat, untuk tahap awal bisa didapat dengan memperbanyak benih. Perbanyakan boleh diambil dari benih yang konvensional.
Caranya dengan terlebih dahulu membersihkan benih dari sisa pestisida. Agar menjadi organik, tanam dulu benih tersebut kemudian seleksi hasil panen yang akan dijadikan benih, dengan menggunakan kaidah pemuliaan dan pembenihan yang umum.
Tidak boleh mengawetkan benih menggunakan pestisida kimia, fungisida atau hormon kimia sintetis. Hanya boleh menggunakan cara tradisional untuk pengawetannya. Benih yang didapatkan dari proses ini bisa dikatakan benih organik.
Yang perlu dicatat juga, benih rekayasa genetika tidak boleh digunakan dalam sistem pertanian organik.
Pupuk dan penyubur tanah
Pupuk dalam pertanian organik harus menggunakan pupuk organic, yaitu pupuk hijau, dan variannya, juga pupuk hayati.
Pertanian organik bisa juga memakai penyubur tanah atau pupuk hayati, yaitu isolat bakteri-bakteri yang bisa meningkatkan kesuburan lahan. Pupuk hayati banyak dijual di pasaran misalnya EM4, Biokulktur, dll. Atau bisa juga membuat sendiri dengan cara mengisolasi mikroba dari bahan organik.
Di dalam peraturan menteri pertanian, bahan tambang mineral alami seperti kapur dan belerang masih diberi toleransi untuk dimanfaatkan dalam pertanian organic, bahan mineral lainnya adalah:
•Dolomit
•Gipsum
•Kapur khlorida
•Batuan fosfat
•Natrium klorida

Pengendalihan hama dan penyakit
Mengatasi hama dalam pertanian organik disarankan agar menggunakan konsep pengendalian hama secara terpadu. Dilarang menggunakan obat-obatan seperti pestisida kimia, fungisida, herbisida dan semacamnya untuk membasmi hama.
Untuk mengendalikan organisme penganggu pertanian organik menggunakan metoda:
•Pemilihan varietas yang tepat
•Rotasi jenis tanaman
•Mengaplikasikan kultur teknis yang baik, misalnya pengolahan tanah, pemupukan, proses sanitasi lahan, dll.
•Menggunakan musuh alami atau predator alami hama
•Menerapkan eksosistem pertanian organik yang beragam jenisnya, tidak monokultur.
Jika terpaksa, missal karena terjadi ledakan hama atau penyakit, pemberantasan hama bisa dilakukan menggunakan pestisida alami atau pestisida organik.

Penanganan pasca panen
Proses mencuci atau membersihkan produk pertanian organik, sebaiknya menggunakan air standar baku mutu organik. Hindarkan air yang tercemar bahan kimia sintetis. Peralatan yang digunakann  juga tidak boleh terkontaminasi bahan kimia.
Dalam menyimpan dan mengangkut produk pertanian organic, disarankan agar tidak disatukan dengan produk non pertanian organik. Selain itu, untuk memberi nilai tambah,  produk-produk pertanian organic sebaiknya dikemas dengan material ramah lingkungan yang bisa di daur ulang.

Sertifikasi pertanian organik
Untuk pemasaran dan menambah tingkat kepercayaan konsumen, sebaiknya produk pertanian organik disertifikasi secara resmi. Saat ini sudah banyak lembaga sertifikasi pertanian organik. Ada yang bayar ada juga yang gratis.
Semoga di masa yang akan datang, kementerian pertanian bisa mengatur lembaga-lembaga sertifikasi pertanian organik. Hal ini agar memudahkan kontrol dan perlindungan bagi konsumen pangan pertanian organik di Indonesia. Sebagai petani sekaligus produsen, harus bijaksana memilih sertifikasi pertanian organik, agar biaya sertifikasi jangan sampai menjadi beban.
Selain sertifikasi pertanian organik, juga bisa dikembangkan cara lain untuk lebih meyakinkan konsumen. Misalnya membuat gerakan membeli pangan lokal, karena semakin lokal semakin baik. Harus dibuat jalur komunikasi langsung dengan konsumen. Sekali-sekali undang konsumen untuk melihat langsung kebun produksi agar mereka lebih mantap.

Pemasaran pertanian organik
Pemasaran hasil produk pertanian organik dapat menggunakan pola yang lama atau pola baru. Dari pengalaman para praktisi, hasil pertanian organik bisa bersaing di pasar konvensional, walaupun biaya operasionalnya lebih besar namun input produksi pertanian organik lebih murah. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan harga yang lebih tinggi, ada baiknya dijual ke supermarket atau penjualan langsung ke konsumen.
a. Pasar tradisional
Untuk memasok pasar jenis tradisional, biasanya harus melalui rantai pedagang pengumpul dan tengkulak yang selalu hingga pelosok desa. Keunggulan sistem ini adalah lebih mudah. Para petani tidak perlu jemput bola, cukup tunggu saja di lahan, kadang proses panen pun dikerjakan pedagang pengepul.
Banyak petani merasa nyaman dengan sistem ini karena factor kemudahan tersebut. Kadang beberapa tengkulak dan pengepul bersedia meminjamkan modal untuk produksi di musim tanam selanjutnya., namun seringkali hal ini menjadi jerat bagi petani.
Kekurangan sistem ini adalah harga beli dari petani yang murah. Terutama bila produk hasil pertanian dibeli tengkulak dengan sistem ijon alias dibeli sebelum panen.
b. Pasar moderen
Ada 2 cara untuk masuk ke pasar moderen, yaitu dengan memasok langsung atau lewat perusahaan pemasok. Agar bisa memasok langsung, maka petani/produsen harus mempunyai modal dan koneksi. Biasanya produk yang masuk supermarket tidak dibayar secara tunai. Ini bisa disiasati dengan cara membentuk kelompok/koperasi petani organik.
Ada juga yang menjual hasil panen pertanian organik ke perusahaan pemasok supermarket. Yang memiliki kontrak dengan super market adalah perusahaan pemasok. Jadi, petani menjual kepada perusahaan tersebut.
c. Penjualan langsung
Alternatif lain dari pola pemasaran di atas yaitu dengan melakukan penjualan langsung ke konsumen. Petani memasarkan hasil panen sayuran organik secara langsung ke konsumen. Umumnya dijual berupa paket-paket yang disesuaikan hasil panen pertanian organik.
Paket dikirim langsung ke konsumen dengan sistem berlangganan. Macam dan jenis sayuran organik disesuaikan antara kebutuhan pelanggan dan musim tanam sayuran organik. Agar bisa menjalankan sistem ini, petani harus menerapkan sistem multiklutur sehingga produk sayuran organik yang dihasilkan tidak monoton. Apabila sulit dipenuhi dari lahan pertanian organik sendiri, petani produsen disaran membentuk kelompok.


Baca Juga:

Rabu, 07 Februari 2018

SAYURAN ORGANIK: Apa Bedanya Dengan Sayur Biasa ?

SAYURAN ORGANIK: Apa Bedanya Dengan Sayur Biasa ?
Sebetulnya apa siy bedanya sayur organik dengan sayur biasa? Kenapa makin banyak saja supermarket yang berjualan sayur organik padahal bentuknya sama saja dengan sayur biasa?
Sayur organik merupakan sayur yang dibudidayakan tanpa memakai pupuk kimia sintetik, pestisida (pembasmi hama) kimia, herbisida (pembasmi gulma) kimia, bibit tanaman hasil rekayasa genetik, dan cara radiasi untuk membasmi hama dan serangga. Buah-buahan atau sayur organik hanya menggunakan pupuk alami yang diambil dari kompos atau kotoran hewan, misalnya kotoran sapi, ayam dan kambing.


Sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming, bibit buah unggul
Sayuran Organik
Karena dalam penanamannya sayur organik tidak memanfaatkan pestisida kimia, maka dalam prosesnya menjadi lebih rumit dan hasil panen sayur organik tidak selalu sukses dan tidak bisa diproduksi sebanyak sayur biasa. Hal ini yang jadi alasan kenapa sayur organik atau produk pertanian organik lain harganya lebih mahal dibanding produk biasa.

Perbedaan Sayur Organik dengan Sayur Biasa
Anda mungkin mengetahui beberapa produsen dan penikmat sayur organik yang telah merasakan kelebihan sayur organik dibanding sayur biasa. Sayur organik dipandang lebih aman karena tidak mengandung residu pestisida sebagaimana sayur biasa. Namun ini masih perlu dibandingkan dengan standar batas aman residu pestisida di Indonesia.
Selain rasanya lebih enak, diduga sayur organik juga memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, misalnya vitamin C, mineral, dan antioksidan. Tetapi kelebihan tersebut masih belum dapat dipastikan, hal ini karena informasi tentang manfaat mengonsumsi sayur organik dibandingkan sayur biasa dan efeknya pada kesehatan masih terbatas.
Jika Anda berminat untuk mencoba sayur organik, pilih kelompok sayuran organik yang umumnya mengandung residu pestisida lebih besar dibanding sayur atau buah, misalnya kentang. Beberapa sayur atau buah yang biasanya mengandung residu pestisida kimia adalah kacang hijau, kacang polong, labu, daun bawang, bayam, seledri, paprika, selada, apel, stroberi, pir, persik, raspberi, anggur, dan beri hitam impor. Jika berminat membeli buah dan sayur organik, pilih jenis buah dan sayur organik di atas untuk menghindari residu pestisida yang membahayakan kesehatan.


Sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming, bibit buah unggul
Sayuran Organik
Walaupun dipercaya lebih aman, namun ada beberapa risiko yang bisa muncul dalam sayuran organik. MIsalny, kondisi lahan organik yang bebas pestisida kimia,  dikhawairkan menjadi tempat hidup yang subur bagi bakteri. Ini bisa meningkatkan resiko kontaminasi bakteri E.coli terhadap sayur organik. Beberapa tanaman misalnya kentang juga mampu menghasilkan pestisida alami terhadap hama. Tanpa bantuan pestisida kimia ditakutkan bisa menghasilkan pestisida alami yang dikhawatirkan membahayakan kesehatan manusia.
Apapun sayur yang Anda pilih, sebagian ahli berpendapat, yang terpenting adalah kualitas dan kuantitas sayur atau buah yang dikonsumsi. Sayur organik ataupun bukan, pastikan kebutuhan gizi standar harian tercukupi, yaitu 1600-2000 kalori, bisa saja dengan mengonsumsi jus sayuran tiap hari. Bila asupan ini terpenuhi jumlahnya, manfaat yang didapat akan jauh melebihi bahaya yang diakibatkan paparan residu pestisida kimia.
Jangan lupa juga untuk mencuci terlebih dulu sayuran dan buah, tanpa menggunakan sabun, dengan air yang mengalir untuk melenyapkan kotoran, bakteri, dan sisa pestisida kiia. Bila tidak dicuci, maka bakteri yang terdapat pada kulit sayur atau kulit buah bisa masuk ke dalam daging buah saat Anda memotong sayur atau buah tersebut.

Kupas dan buang lapisan luar sayuran seperti selada dan kol. Makan sayur organik atau buah saat masih segar, hal ini karena beberapa nutrisi dapat teroksidasi bila terlalu lama disimpan di kulkas, jadi manfaatnya bisa hilang deh.

Baca Juga:

Memanfaatkan Lahan Tidur Menjadi Lahan Pertanian Organik

Senin, 29 Januari 2018

Memanfaatkan Lahan Tidur Menjadi Lahan Pertanian Organik

Salah satu penyebab banyaknya lahan tidur adalah karena pemilik lahan menilai bahwa usaha di bidang pertanian adalah usaha yang kurang begitu menguntungkan, selain itu juga pemilik lahan sibuk dengan mata pencaharian utama yang banyak menyita waktu.

Apakah anda memiliki lahan tidur yang tidak produktif?
Apakah anda memiliki lahan tersebut namun belum dimanfaatkan dengan berbagai teknologi dan  inovasi yang menguntungkan?
Tidak jarang sebagian orang tidak memahami cara memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan hal yang menguntungkan. Berkebun atau bertani merupakan salah satu kesibukan yang menyenangkan, menyehatkan dan sekaligus menghasilkan. Apabila ada waktu luang di rumah, Anda bisa menggunakannya untuk bertani atau berkebun dengan berbagai metoda dan inovasi sehingga lahan yang anda miliki menjadi produktif.

Melihat demikian banyak lahan tidur yang sama  sekali tidak produktif, khususnya di wilayah kota Bogor, Kami menawarkan diri untuk membantu anda dalam memanfaatkan lahan tidur agar menjadi lahan produktif, sesuai standar operasional (SOP) tim kami yang didukung tenaga professional yang berpengalaman memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan pertanian sayuran organik.
Jenis sayuran organik yang dapat mengubah lahan tidur milik anda menjadi produktif di antaranya adalah sayuran organik buah seperti cabai rawit, terong, tomat dan sayuran organik daun seperti kangkung, bayam, caisim, kalian, pakchoy, dll. .

Mengapa kami menyarankan pertanian sayuran organik? Karena, selain permintaan sayuran organik semakin meningkat seiring tren gaya hidup sehat di masayarakat, juga harga sayuran organik lebih tinggi dibanding pertanian konvensional, sehingga potensi keuntungan yang bisa didapatkan juga lebih besar. 

Contoh lahan tidur yang saat ini sedang kami kembangkan mejadi lahan produktif adalah fasilitas umum (fasum ) di cluster Lotus, Perumahan Tamansari Persada Bogor, kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kotamadya Bogor.  Lahan seluas hampir 400 m2 (panjang 40 m, lebar 10 m) ini awalnya berupa rawa yang sangat tidak menarik dipandang mata dan selama bertahun-tahun hanya menjadi sarang nyamuk belaka, bahkan menjadi tempat pembuangan sampah warga di luar perumahan. Tidak ada yang berminat untuk mengelola karena selain tujuan pemanfaatan yang belum jelas, juga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk merevitalisasi rawa menjadi lahan yang siap dimanfaatkan.

Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Kotak Merah adalah kondisi Asli Fasum
Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Lahan Fasum sebelum diuruk
Dengan bantuan beberapa pihak yang peduli ( terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada pihak PT. WIKA yang bersedia 'membuang' tanah galian sisa pembangunan tol Bogor Outer Ring Road tahap II dan urunan warga cluster Lotus), lahan ini kemudian diuruk dan dipadatkan dengan bekho sehingga menjadi lahan yang cukup rata dan padat , menunggu untuk dikembangkan. Awalnya lahan ini akan dimanfaatkan untuk lapangan olahraga/tempat bermain anak. Namun melihat begitu banyaknya batu bertebaran, niat inipun akhirnya dibatalkan. 
Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Lahan Fasum Setelah Diuruk
Akhirnya, lahan ini kembali mati suri karena tidak ada yang berminat untuk mengelola dan masih membutuhkan biaya untuk memperbaiki kondisi lahan yang masih berbatu-batu. Hal ini berlangsung selama hampir 1 tahun sampai akhirnya kembali ditumbuhi rumput dan tanaman liar.
Atas saran  seorang praktisi pertanian organik yang sudah berpengalaman dan bantuan sponsor, kami memulai studi kelayakan untuk menjadikan lahan tersebut menjadi lahan pertanian organik untuk ditanami sayuran organik. Studi kelayakan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah dengan luas lahan tersebut akan bernilai ekonomis jika dijadikan pertanian organik. Dengan luasan lahan yang tersedia, bisa dilakukan simulasi jenis dan komposisi tanaman untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Kenapa pertanian organik?
Kenapa tidak ditanami tanaman buah saja?
Sistem pertanian organik memilki kelebihan di antaranya: 
- Tidak  menggunakan  pupuk kimia atau pestisida  kimia, 
- Tidak  menyebabkan  pencemaran bagi lingkungan  tanah,  air,  dan  udara,  
- Hasil akhir produk sayur organik tidak mengandung racun, selain itu tanaman organik memiliki rasa  lebih manis dibanding tanaman non-organik,  dan juga harga jual produk organik lebih mahal.

Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Survey Kelayakan
Pemanfaatan lahan fasum di cluster Lotus untuk menjadi lahan pertanian organik ini bekerjasama dengan ADS IPB (Agribusiness Development Station IPB), yang merupakan pemasok sayuran organik yang sudah tersertifikasi untuk memasok kebutuhan sayuran organik di beberapa supermarket kota Bogor. Pihak ADS IPB telah mengirimkan perwakilan untuk melakukan survey kelayakan lahan Lotus dan menyatakan bahwa lahan fasum Lotus sangat layak untuk dijadikan pertanian organik.
Selanjutnya, pertanian organik di fasum lotus ini akan dikelola tim independen dengan sistem bagi hasil untuk kas RT cluster Lotus.

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam tahap studi awal ini di antaranya:
1.    Persiapan Lahan
Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Persiapan Lahan
Karena lahan yang akan dijadikan lahan pertanian organik merupakan lahan urukan, maka diperlukan usaha ekstra keras dalam penyiapan lahan. Seringkali pekerja menemukan batu kali sebesar kepala manusia ketika membersihkan lahan dari rumput dan gulma. Kondisi tanah yang keras dan penuh batu-batuan membuat pekerjaan berjalan lambat. Dalam 1 hari pekerja hanya bisa membuat bedengan (jalur tanam) sebanyak 2 jalur, dengan panjang 10 m tiap bedengan.
Alhasil membutuhkan waktu  hampir 3 minggu dalam proses membersihkan lahan. 
Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Ladang Batu
Sambil menunggu pembersihan lahan selesai, kami menyiapkan pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing sebanyak masing-masing 1 mobil pick up.

Dengan kondisi tanah yang sangat padat, diperlukan 2 karung pupuk kandang untuk 1 bedengan sepanjang 10 meter.
2.    Sumber Air yang layak
Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Penggalian Sumur
Sumber air sangat penting untuk kelangsungan pertanian organik. Dengan sumber air bersih yang layak, lahan pertanian organik akan mendapat pengairan yang cukup dan memberi kepercayaan dari calon konsumen sayuran organik bahwa proses  penanaman, pengairan dan pencucian sayuran organik dilakukan secara higienis. Untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertaninan organik tersebut, kami membuat sumur gali yang menggunakan pompa listrik untuk mendistribusikan air secara merata di semua bagian lahan. Selain pompa listrik, kami juga menyediakan timba  sebagai cadangan apabila terjadi gangguan aliran listrik

3.  Sumber listrik

Sayur Organik di Bogor, sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming di Bogor
Sumber Listrik
Sumber listrik ini sangat penting untuk menggerakkan pompa listrik. Dalam hal ini, kami menarik kabel dari rumah salah satu warga yang berkenan membantu. Sambungan listrik nantinya akan kami tempatkan di saung agar lebih aman.

4.    Tenaga Kerja
Di tengah kemajuan jaman yang serba modern, tidak mudah mencari tenaga kerja yang bersedia bekerja di lahan pertanian organik. Selain harus mau bekerja keras, juga berani kotor, ditemani terik matahari yang panas atau hujan lebat yang tidak jarang membuat tubuh menggigil kedinginan. Ditambah lagi anggapan bahwa pekerjaan di bidang pertanian bukanlah pekerjaan yang bergengsi. Namun demikian, potensi pertanian organik mampu memberi penghasilan yang cukup layak bagi pekerja pertanian organik.

5. Pemasaran
Pemasaran, satu kata ini seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku usaha pemula dan kadang membuat orang jadi takut untuk memulai usaha.
Alhamdulillah, dengan bantuan orang-orang yang mendukung, saat ini kami telah terdaftar menjadi mitra ADS IPB dengan harga jual yang layak dan menguntungkan semua pihak. Saat ini kami melayani permintaan menanam beberapa jenis sayuran organik seperti terong ungu bulat, okra merah, bayam merah dan pakchoy atas permintaan perusahaan tersebut.
Selain captive market dari ADS IPB, target pasar kami lainnya adalah untuk kebutuhan internal warga perumahan Tamansari Persada Bogor pada umumnya, dan cluster Lotus pada khususnya. Untuk kebutuhan internal Tamansari Persada, sebagai tahap awal kami menanam kangkung dan bayam, dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan warga.
Nantinya, kami akan memberi kesempatan kepada konsumen untuk merasakan sensasi panen sayuran organik langsung di kebun.  Selain panen, diharapkan kegiatan yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu ini juga bisa menjadi wisata agro dan wisata edukasi pertanian organik. Juga untuk meningkatkan silaturahmi di antara sesama warga yang mungkin jarang bertemu di hari kerja.
Dengan luas lahan yang tersedia, sebenarnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Tamansari sendiri. Dengan demikian kami masih terus berusaha menambah dan mengembangkan lahan pertanian organik yang kami kelola.

Sayuran organik, jual sayur organik di Bogor, pertanian organik, memanfaatkan lahan tidur, pemanfaatan lahan tidur, pelatihan pertanian organik di Bogor, pelatihan urban farming,
Tebar Benih Tahap I
Saat ini, proses pengembangan pertanian organik di fasum Lotus masih terus berjalan, beberapa bagian dari bedengan yang sudah bersih dari rumput dan batu-batuan sudah mulai ditaburi pupuk kandang dan ditebari benih kangkung, bayam merah dan bayam hijau. Sedikit demi sedikit penebaran benih akan terus dilakukan sampai semua bedengan ditanami sayur organik.
Untuk memberikan kenyamanan kepada pekerja agar terhindar dari panas dan hujan, juga kepada pengunjung yang datang, kami akan membuatkan saung di dekat pintu masuk kebun.
Nantikan terus kabar terkini dari kami yaa.
Kami juga mengundang dan membuka kesempatan bagi para pemilik lahan tidur untuk bermitra bersama kami mengembangkan usaha pertanian organik di kota Bogor.
  
Demikian sedikit penjelasan dari kami agar anda bisa memanfaatkan lahan tidur yang sering diabaikan namun ternyata bisa memberikan manfaat baik dari segi keuntungan finansial, pelestarian alam, dan ketahanan pangan.
Walaupun lahan semula hanya berupa semak belukar atau rawa, namun memilliki potensi dan manfaat yang luar biasa.

Menanam Sayuran Organik di Lahan Sempit

Menanam Sayuran Organik di Lahan Sempit Apakah anda mempunyai lahan tidak terpakai di rumah ? Bila anda mempunyai lahan tidak begitu luas, ...